Selasa, 18 Desember 2018 | 19:20 WIB

Senior

Triess Sunarya Karyadi

  • Kamis, 7 April 2016 | 22:53 WIB
  • by Ade Mardiah

ISI Profile kali ini menampilkan Dewan Penasihat ISI yang juga pernah menjadi Ketua ISI Bandung pada tahun 1985 – 1987 dan 1987 – 1989, yaitu Ibu Triees Sunarya Karyadi, saat ini usia beliau 58 tahun, ditengah kesibukannya aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, tetapi beliau selalu aktif dalam mendukung dan memberikan arahan sesuai dengan tugasnya sebagai Dewan Penasihat ISI. Berikut petikan wawancara dengan Ibu Triees Sunarya Karyadi yang oleh para pengurus akrab dipanggil Mom atau Big Sis.

Ibu Triees mengawali karier sebagai sekretaris disebuah perusahaan Jepang, yaitu C.Itoh & Co.Ltd, Cabang Bandung, pada tahun 1974 dan mengakhirinya pada tahun 1977. Di kantor inilah beliau bertemu dengan kolega yang bernama Ibu Risna Suteja yang sudah menjadi anggota Ikatan Sekretaris Indonesia Bandung. Ibu Risna mengajaknya menghadiri pertemuan "lesehan" pada suatu hari Sabtu siang, setelah jam kantor selesai di sebuah gerasi rumah salah seorang teman di Jl.Supratman, sambil membawa makanan/snacks masing masing untuk dinikmati bersama.

Inilah inilah embryo pertemuan ISI Bandung yang sebenarnya, karena menginjak awal tahun 1980-an, dimana saat itu Ibu Titiek Madjied menjabat sebagai Ketua Cabang, maka kepak sayap ISI Bandung mulai dilebarkan dengan merekrut anggota sebanyak-banyaknya, mengadakan pertemuan bulanan yang rutin bahkan untuk pertama kalinya mencoba merayakan Hari Ulang Tahun ISI Bandung di hotel terbaik saat itu yaitu Hotel Panghegar Jl. Merdeka, yang sudah melibatkan sponsor dan peserta umum.

Selama kepengurusan Ibu Titiek Madjied, Ibu Triees menjabat sebagai Bendahara dan setelah beliau pindah mengikuti keluarganya ke Jakarta, maka Pimpinan dilimpahkan kepada Ibu Triees. Pada pemilihan Ketua baru. Ibu Triees dipercaya menjadi Ketua ISI Bandung untuk periode 1985-1987 dan 1987-1989. Ketika ditanyakan cita cita beliau sebenarnya bukan menjadi seorang Sekretaris, tapi lebih condong menjadi seorang pendidik karena back ground pendidikan di IKIP Bumi Siliwangi (UPI Bandung) program / grade Sarjana Muda (1973), karena terbujuk oleh kata hati yang menyuruhnya harus mulai berkarier di C.Itoh, dan ini kelak menjadi penyesalan Ibu Triees hingga saat ini karena tidak berhasil menjadi Sarjana Penuh.

Kemudian karier sebagai Sekretaris Ibu Triees dilanjutkan di sebuah perusahaan Jepang lainnya, yaitu Sumitomo Corporation Bandung sejak 1978. Yang dimulai dari level sekretaris hingga menjadi bertanggung jawab sebagai Office Manager sampai menjelang usia pensiun pada tahun 2005 yang lalu. Ketika ditanyakan apakah benefit dan manfaat yang didapatkan dengan aktifnya Ibu di Organisasi seperti ISI, berikut jawabannya : “Saya bersyukur bisa melewati masa muda dan masa pensiun bersama ISI Bandung hingga saat ini, menghayati keberadaan ISI Bandung yang telah mendidik saya menjadi seseorang yang punya kepercayaan diri kuat dan disinilah tempat saya berlatih menjadi seseorang yang harus fleksible secara fisik dan mental. Saya juga mensyukuri tali persaudaraan dengan para anggota senior yang masih berada dilingkungan ISI Bandung hingga saat ini maupun hubungan persaudaraan dengan para junior yang sedang duduk menjadi pengurus pada saat ini”.

“Saya bahagia karena program regenerasi ISI Bandung berhasil dilaksanakan dengan sangat baik, well prepared oleh para penerus Ketua ISI after me. Kita dapat membuktikannya dengan eksistensi ISI Bandung yang sudah merambah keluar Bandung bahkan keluar P. Jawa dan menjadi salah satu Cabang ISI terbaik di Indonesia.

Sambil menikmati masa purna bhakti, saya tetap menjadi salah satu pendukung ISI Bandung dengan ikut terlibat aktif dalam beberapa program kerja ISI Jabar hingga saat ini. Selain aktif di ISI Jabar, ternyata Ibu Triees juga menjadi anggota aktif di beberapa Club sosial di Bandung, diantaranya menjadi anggota Lions Club Bandung Lestari, menjadi Vice Secretary Club periode 2006/2007 dan 2007/2008. Kemudian menjadi anggota Paguyuban Warga Usia Lanjut/WULAN Bandung dengan aktif menjadi Redaktur Pelaksana Buletin Wulan Bandung. Ibu Triees sangat menikmati keanggotaan di 3 organisasi yang berbeda karakter-nya. Alasannya sebagai berikut : “Di ISI Jabar saya bergaul dengan para Professional Administrasi Perkantoran dari usia muda hingga dewasa. Di Lions Club saya bergaul dengan para pengusaha/executives yang punya kepedulian terhadap keluarga/orang yang kurang mampu.

Dan di Paguyuban Warga usia lanjut saya bergaul dengan senior citizens yang saling memerlukan dukungan untuk menjalani masa tua dengan motto Mandiri, Terhormat dan Bermakna”. Ibu yang selalu energik dan suka bekerja dengan cepat ini dikarunia seorang Putra yang telah berusia 25 tahun dan sudah mempunyai karier sendiri. Sehingga ikut mensupport dan mengelola perusahaan miliknya bersama Suami tercinta. Hobby beliau dalam menghabiskan waktu luang dengan membaca otobiografi tokoh tokoh dunia, menulis dan traveling ke exotic countries setiap ada kesempatan. Buku yang sedang dibacanya saat ini berjudul From Baghdad With love, ditulis oleh Lieutenant Colonel Jay Kopelman, berkisah tentang perjuangan seru seorang anggota Marinir USA yang bertugas di Irak, berpangkat Letkol menempuh cara apapun juga untuk menyelundupkan seekor anak anjing liar kesayangannya/stray puppy dari Irak kepada keluarganya di USA. Berkaitan dengan hobbynya melakukan perjalanan exotic ke berbagai Negara, tercatat 60 negara lebih yang telah dikunjunginya. Yang paling terakhir dikunjungi adalah egara tetangga The Philippines, untuk melihat dari dekat perayaan Paskah yang mempunyai tradisi melakonkan kembali Penyaliban (benar benar di salibkan), terlampir beberapa oleh-oleh photo kunjungan Ibu Triees ke beberapa negara.

Bandung, April 2009

Catatan Ketua ISI Jabar, N. Nurlaela Arief (Ibu Lala)

Saya mengenal Ibu Triees, sekitar 5 tahun lalu, tetapi secara lebih dekat sekitar 3 tahun ini. selain perannya sebagai Dewan Penasihat ISI, beliau adalah salah satu Assessor yang telah memiliki sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Tidak mudah mendapatkan sertifikat tersebut, karena harus melalui proses yang panjang, yang perlu ketekunan dan kesabaran dalam melaksanakan tugas – tugas yang diberikan.

Saat ini juga Ibu Triees dipercaya sebagai Ketua LSP APSI Kota Bandung. Beliau juga sangat kompeten karena kemampuan komunikasi Bahasa Inggrisnya yang sangat menonjol, sehingga beberapa kali dipercaya sebagai Juri atau External Assessor pada Lomba Kompetensi Sekretaris di tingkat Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat dan kota / Kabupaten lain di Jawa Barat mewakili ISI Jabar.

Saya atas nama organisasi sangat senang bekerja sama dengan ibu Triees, beliau selalu menjalankan tugasnya dengan professional, dan mendidik kami serta memberikan semangat agar meneruskan ISI Jawa Barat untuk berkembang lebih baik lagi. Thanks Mom… we always need you, we always love you.