Selasa, 18 Desember 2018 | 19:19 WIB

Knowledge Management

Seni "Mendengarkan" pada saat wawancara

  • Jumat, 8 April 2016 | 00:52 WIB
  • by Triees S. Karyadi

Seni “mendengarkan” pada saat Wawancara Berniat pindah kerja ?. mencari tantangan baru karena sudah jenuh di Perusahaan yang sama ? ingin jabatan dan gaji yang lebih baik ?. Kalau memungkinkan kenapa tidak ?.Tulisan ini akan mengulas bagian penting dari suatu “wawancara”. Bagaimana seorang pelamar harus menjadi pendengar yang baik pada saat wawancara. Pertama : pelamar harus merubah “pola pikir” yang ada dibenaknya bahwa wawancara adalah “menjawab pertanyaan sebaik-baiknya”, padahal pada saat wawancara Anda juga harus “mendengarkan”. Dalam Bahasa Inggris, ada perbedaan nyata antara “to hear” yang dilakukan tidak sengaja dan “to listen” yang harus didengarkan.

Pada saat wawancara Anda justru harus pasang kuping dan mencoba menemukan apa lowongan yang sedang ditawarkan dan menggali lebih banyak tentang bagaimana kondisi Perusahaan tersebut. Banyak pelamar terjebak pada keadaan bagaimana harus menjawab pertanyaan sebaik-baiknya, padahal wawancara adalah suatu kesempatan menggali informasi berharga yang mungkin tidak tertulis di iklan lowongan kerja atau website Perusahaan. Sementara itu, sang penanya juga tidak mungkin memberi informasi terlalu banyak tentang pekerjaan dan Perusahaan tersebut, akan tetapi dalam pertemuan yang cukup singkat, segala yang dia ucapkan memungkinkan Anda menangkap isyarat-isyarat secara tidak langsung. Kedua : jangan terlalu bersemangat sehingga Anda ingin segera menjawab sebelum pertanyaan benar-benar selesai disampaikan. Semangat yang kebablasan dapat diasumsikan sebagai Anda kurang sabar dan tidak sopan.

Contohnya, posisi customer service dan sales harus punya kemampuan listening yang dominan. Apa yang akan terjadi apabila sales person atau customer service officer tidak fokus mendengar dan mengabaikan permintaan pelanggan ?. Ketiga : listening act yang Anda lakukan dengan baik akan dianggap oleh penanya sebagai kondisi bahwa Anda sudah mengerti.

Cobalah ingat hal-hal detail selama wawancara berlangsung sehingga ketika ada kesempatan ajukkan pertanyaan-pertanyaan yang memang perlu atau sampaikan saran/ide Anda berdasarkan hal hal yang baru saja Anda dengarkan dari dia.Hal lainnya, biasanya apabila sang penanya mempermasalahkan kurangnya pengalaman Anda dibidang yang sedang Anda coba, itu merupakan sinyal yang dia katakan bahwa Anda tidak cocok untuk pekerjaan dimaksud. Tapi…..lain halnya apabila Anda benar benar “to listen to him/her” Anda seharusnya dapat meyakinkan dia bahwa kekuatirannya tidak perlu.

Listening skills yang harus Anda asah : - gunakan eye-contact selayaknya- fokus dan selalu alert mendengar kata kata lisan maupun sikap non verbal sang penanya- sabar menunggu sampai sang penanya menyelesaikan pertanyaannya- menjawab lisan secara layak dan tunjukkan sikap non verbal yang baik- bertanya dengan nada suara yang netral- menyimpulkan hal-hal yang sudah dikatakan oleh sang penanya- bersikap non-judgement dan berempati kepada sang penanya Penulis : Triees S. KaryadiSumber : Koran The Straits Time tanggal 25 Agustus 2007